Syafiuddin saat Rapat Dengar Pendapat dengan Kementerian Pekerjaan Umum di Gedung Komisi V DPR RI
Akses jalan yang lebar dan layak akan mengurai kemacetan, terutama pada momen tertentu seperti musim mudik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat
Meski begitu, Syafiuddin tetap mengapresiasi langkah awal Kementerian PU yang telah merealisasikan pelebaran sebagian ruas jalan di Madura.
Ia menilai progres itu menunjukkan adanya perhatian pemerintah pusat terhadap kebutuhan masyarakat.
“Apresiasi saya sampaikan. Namun pekerjaan belum selesai. Aspirasi masyarakat Madura masih jelas, jalan nasional di Madura, baik di Pantura maupun jalur selatan, harus diperlebar agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat,” tambahnya.
Pelebaran jalan nasional di Madura sendiri sudah lama menjadi aspirasi publik, mengingat kondisi geografis pulau dengan kepadatan lalu lintas yang terus meningkat.
Jalur Pantura, misalnya, merupakan urat nadi distribusi barang dan mobilitas masyarakat, namun selama ini kerap menimbulkan persoalan kemacetan akibat sempitnya badan jalan.
Syafiuddin menegaskan, jika aspirasi ini masuk dalam RKA 2026 dan direalisasikan, maka bukan hanya arus transportasi yang lancar, melainkan juga sektor ekonomi rakyat, mulai dari perdagangan, logistik, hingga pariwisata, akan ikut terdorong berkembang di Madura. (uzi/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




