Gubernur Khofifah saat menerima 14 Duta Besar, serta calon Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Gubernur Khofifah menerima 14 Duta Besar dan calon Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia di Gedung Negara Grahadi, Rabu (10/9/2025).
Dalam pertemuan tersebut, Khofifah menekankan pentingnya diplomasi ekonomi sebagai pintu masuk kerja sama internasional yang lebih luas bagi Jawa Timur.
BACA JUGA:
- Khofifah Pantau Stok Bahan Pokok di Pasar Bojonegoro, Sejumlah Komoditas Terpantau Naik
- Tinjau Pasar Banjarejo, Gubernur Khofifah Pastikan Harga Stabil Jelang Idul Adha 2026
- Pastikan Stok Hewan Kurban Cukup, Gubernur Khofifah Tinjau Koperasi Ternak di Lamongan
- Program Bongkar Ratoon Tebu Dimulai di Desa Pinggirsari
Ia berharap, para duta besar dapat memperkuat promosi potensi ekonomi, perdagangan, pariwisata, dan produk unggulan Jatim ke dunia internasional.
“Kami sangat berharap para Duta Besar dan Calon Duta Besar RI di berbagai negara akan mempromosikan serta mengenalkan potensi ekonomi, perdagangan, wisata, serta produk unggulan dari Jawa Timur di kancah internasional sekaligus mendukung program Jawa Timur Gerbang Baru Nusantara,” ujarnya.
Ia menambahkan, diplomasi ekonomi merupakan prioritas dalam politik luar negeri Indonesia, sehingga misi dagang harus terus digencarkan, baik di dalam maupun luar negeri.
Khofifah juga memaparkan sejumlah proyek strategis yang tengah berjalan di Jawa Timur, seperti pembangunan jalan tol Ngawi–Bojonegoro–Tuban–Lamongan–Manyar–Bunder, pengendalian banjir Kali Lamong, SPAM Umbulan, dan pembangunan kereta gantung di Kota Batu. Infrastruktur ini diyakini akan menjadi katalis pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Jatim adalah penyumbang terbesar kedua PDRB perekonomian Indonesia setelah DKI Jakarta. Maka kami memiliki tanggung jawab besar menjaga peran Jatim sebagai salah satu lokomotif perekonomian nasional,” ungkapnya.
Secara kuartalan, ekonomi Jawa Timur pada Triwulan II-2025 tumbuh 3,09 persen (q-to-q), dengan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 16,53 persen. Secara tahunan (y-on-y), pertumbuhan ekonomi Jatim mencapai 5,23 persen, didorong oleh sektor jasa perusahaan yang tumbuh 9,76 persen.

Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




