Mudir Jatman Kraksaan, KH. Imam Qusairi Zain. Foto: Andi Sirajudin/BANGSAONLINE
PROBOLINGGO,BANGSAONLINE.com - Munculnya sejumlah nama dan pamflet di sejumlah group-group Whatsapp jelang pelaksanaan Konfrensi Cabang (Konfercab) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kraksaan yang bakal digelar 14 September mulai memantik perhatian banyak kalangan.
Tak terkecuali, Salah satu Pengurus Jatman atau Jam'iyyah Ahlith Thariqah al-Mu'tabarah an-Nahdliyyah Kota Kraksaan juga angkat bicara.
BACA JUGA:
- DPRD Surabaya dan PCNU Bahas Aspirasi Warga hingga Usulan Nama Jalan Pendiri NU
- Gerakan 23 PWNU Ancam Mosi Tak Percaya PBNU Jadi Penyelamat NU
- PCNU Bangil Tegaskan Legalitas Yayasan Pancawahana, Sudiono Fauzan: Kami Siap Tempuh Jalur Hukum
- PCNU-PCNU di Jabar Ingin Rais Aam yang secara Ekonomi sudah Selesai
Mudir Jatman Kota Kraksaan, KH. Imam Qusairi Zain mengatakan, jika dirinya menghendaki pelaksanaan Konfercab PCNU Kota Kraksaan nanti tidak dikotori dengan afiliasi partai politik atau politisasi ke NU-an.
"NU bukan partai politik. Jadi, jangan campur adukan pemilihan Ketua Tanfidz dan Rois Syuriah dengan partai politik manapun. Jujur, saya menghendaki kepemimpinan PCNU Kraksaan melahirkan generasi baru atau orang baru," ujar Kiai Imam Qusairi kepada BANGSAONLINE.com, Jumat (29/8/2025) siang.
Kiai yang dikenal kritis dan penuh pemikiran tasawuf ini menegaskan, dirinya mendukung penuh adanya regenerasi kepemimpinan ditubuh PCNU Kota Kraksaan.
Dia menyarankan, agar memberikan ruang kepada kiai muda yang energik dan suhud untuk mengisi kepengurusan PCNU Kota Kraksaan.
"Saat-nya hari ini PCNU Kota Kraksaan dijabat kiai muda yang juga selaras dengan Bupati dan Wakil Bupati yang saat ini sama-sama muda dan fresh. Mereka nantinya, diharapkan dapat sinergi dalam program nyata dalam membangun ummat khususnya Kabupaten Probolinggo," terangnya.
Tidak hanya itu, Kiai Imam Qusairi juga berharap pelaksanaan Konfercab nanti bisa digelar ditempat yang netral.
Dia menerangkan, jika tempat yang dianggap netral dan jauh dari kepentingan politik adalah di Pondok Pesantren Nurul Jadid.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




