Dalam paparannya, Zulaika menyoroti perlunya transformasi peran jurnalis dari sekadar produsen berita menjadi edukator yang aktif berinteraksi dengan masyarakat.
“Ini keren ya, karena penggagasnya adalah wartawan. Wartawan yang nantinya akan turun langsung ke masyarakat untuk menjelaskan literasi digital,” ujarnya.
Ia mengkritik pola komunikasi satu arah yang selama ini dominan, dan mendorong jurnalis untuk membangun dialog langsung dengan publik.
“Kalau masyarakat nggak paham, bisa langsung bertanya. Ini menjadikan komunikasi dua arah,” katanya.










