Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, ketika menyampaikan mau’idzah hasanah dalam acara Haul KH Ali Mas’ud yang diikuti ribuan wali santri dan alumni Pondok Pesantren Raudlatul Ulum Ar-Rahmaniyah di Pramian Taman Sreseh Sampang Madura, Ahad (29/6/2025). Foto: MMA/bangsaonline
Ia mengajak para hadirin mentradisikan shalat hajat 12 rakaat 6 kali salam plus shalat witir tiga rakaat dua kali salam.
Kiai Asep menjelaskan bahwa shalat hajat 12 rakaat itu diambil dari Kitab Ihya Ulumiddin karya Hujjatul Islam Imam Ghazali. Menurut Kiai Asep, dalam kitab itu Imam Ghazali juga menulis doa yang sangat istijabah.
"Addu'a alladzi la yuraddu, doa yang tidak akan ditolak oleh Allah," kata Kiai Asep mengutip narasi kitab Ihya Ulumiddin bab nawafil (shalat-shalat sunnah).
Bahkan saking istijabahnya doa tersebut, menurut Kiai Asep, Imam Ghazali berpesan jangan sampai diajarkan pada sembarang orang.
"Karena takut dibuat untuk maksiat," kata Kiai Asep.
Selain itu Kiai Asep mengajak semua yang hadir membudayakan shalat Subuh berjemaah walau hanya dengan istrinya.
Sambil mengutip Hadits, Kiai Asep mengatakan, jika kita shalat Subuh berjemaah maka hidup kita menjadi tanggungan Allah SWT.
“Allah tidak minta apa-apa, kecuali shalat Subuh berjemaah,”kata Kiai Asep.
Terkait haul Kiai Ali Mas'ud, Kiai Asep mengajak meneladani kebaikan dan keikhlasan para ulama. Ia mengatakan bahwa Pondok Pesantren Raudlatul Ulum Ar-Rahmaniyah didirikan pada 1808 oleh KH Abdurrahman.
Lalu dilanjutkan oleh KH Ali Mas'ud. Kini diasuh oleh KH Kholili.
"Kenapa pondok pesantren ini tetap eksis? karena faktor keikhlasan," kata Kiai Asep yang gemar membagikan sarung kepada semua orang, disamping sedekah uang.
Menurut Kiai Asep, pondok pesantren ini tak akan terus berdiri tanpa faktor keikhlasan. "Al ikhlas fil 'amal karruh fil jasad, ikhlas dalam beramal, seperti ruh dalam jasad," kata Kiai Asep sembari mengajak para hadirin untuk meneladani keikhlasan para kiai.
Kiai Asep juga menjelaskan tentang pentingnya menghadiri haul para ulama atau kiai. "Lalu bapak ibu sekalian dapat apa datang ke haul ini?," kata Kiai Asep.
Menurut Kiai Asep, banyak sekali barakah dan hikmah menghadiri haul. Kiai Asep mengutip Hadits yang artinya, barang siapa menghidup-hidup jejak kebaikan kiai atau orang alim maka aakan mendapat ampunan dari Allah.
"Dalam Hadits lain disebutkan wajib mendapat surga Allah," kata Kiai Asep.
"Jadi berapa pun biaya yang dikeluarkan bapak ibu untuk menghadiri haul ini tak bisa dibandingkan dengan surga Allah," tambah Kiai Asep.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




