Ketua DPRD Kabupaten Kediri Murdi Hantoro (baju putih) dan Plt. Kepala Disparbud Kabupaten Kediri Mustika Prayitno Adi saat ikut kirab. Foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE
Plt. Kepala Disparbud Kabupaten Kediri, Mustika Prayitno Adi, dalam sambutannya mengatakan bahwa ritual adat 1 Suro di Desa Menang merupakan kegiatan rutin yang digelar setiap tahun.
Menurut Mustika, peringatan 1 Suro merupakan hari yang sangat penting, khususnya warga Desa Menang. Karena dengan menggelar ritual adat ini, maka kelestarian adat bisa tetap dijaga.
Ia menyebut ritual ini mengandung nilai yang adi luhung. "Di sini ada semangat gotong royong, spiritual dan kebersamaan. Harapannya tahun depan lebih meriah lagi, karena ini bentuk pelestarian budaya," katanya.
Mustika juga menyinggung Museum Kabupaten Kediri di Desa Menang yang tahun 2025 ini akan dibuka. Ia berharap bisa menjadi simbol penting terkait pelestarian budaya.
Selain kirab upacara, rangkaian kegiatan untuk menyambut 1 Suro sudah digelar sejak Rabu (25/6/2025) lalu. Antara lain pagelaran campur sari di Balai Desa Menang. Kemudian ada kegiatan penyucian batu manik di Pamuksan/Petilasan Prabu Sri Aji Joyoboyo.
Selanjutnya, ada kegiatan kenduri dan doa bersama, serta pagelaran wayang kulit di pendopo Balai Desa Menang. Puncaknya adalah kirab dan prosesi upacara ritual 1 Suro.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pagelaran wayang kulit dengan dalang Ki Sukron Suwondo asal Blitar di pelataran Sendang Tirto Kamandanu dan pagelaran jaranan. (uji/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




