JAKARTA,BANGSAONLINE.com - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyampaikan beberapa hal perkembangan provinsi yang dipimpinnya saat bertemu dengan Menteri Koordinator (Menko) Pangan Zulkifli Hasan di kantor Kementrian Koordinator Bidang Pangan di Jakarta, Senin (14/4/2025)
Beberapa hal yang disampaikan ini berkaitan dengan program pemerintah utama yang juga gagasan Presiden RI, Prabowo Subianto.
BACA JUGA:
- Khofifah Pantau Stok Bahan Pokok di Pasar Bojonegoro, Sejumlah Komoditas Terpantau Naik
- Tinjau Pasar Banjarejo, Gubernur Khofifah Pastikan Harga Stabil Jelang Idul Adha 2026
- Pastikan Stok Hewan Kurban Cukup, Gubernur Khofifah Tinjau Koperasi Ternak di Lamongan
- Program Bongkar Ratoon Tebu Dimulai di Desa Pinggirsari
Pertama soal program Ketahanan Pangan, kemudian pendirian Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dan pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Khusus untuk program Ketahanan Pangan, Gubernur Khofifah menekankan bahwa Jatim saat ini berstatus menuju kedaulatan pangan. Hal ini merujuk pada capaian hasil pangan terutama beras dan daging di Jatim.
"Perlu kami sampaikan bahwa Jatim saat ini tidak lagi ketahanan pangan, tetapi kami di Jatim sedang menuju kedaulatan pangan," ujar Khofifah.
Khofifah pun merinci, capaian padi Jatim pada tahun 2024 sebesar 9,27 juta ton atau setara dengan 5,35 juta ton beras. Bahkan di tahun 2025, Pemprov Jatim diberi target peningkatan produksi padi dari 9,27 juta ton menjadi 12,6 juta ton.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




