Dalam panen raya yang disaksikan langsung oleh Prabowo Subianto ini, sejumlah gubernur yang ikut panen di 14 provinsi juga turut menyampaikan bahwa kebutuhan pupuk petani telah terpenuhi. Ini dikarenakan proses distribusi atau penyalurannya sudah lebih baik.
Data Kerangka Sampel Area (KSA) Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, potensi luas panen nasional pada April 2025 mencapai 1.595.583 hektare, dengan estimasi produksi sebesar 8.631.204 ton Gabah Kering Giling (GKG) atau setara 4,97 juta ton beras. Secara kumulatif, produksi Januari-April 2025 tercatat 13.948.785 ton GKG, angka tertinggi dalam tujuh tahun terakhir.
Sementara itu, Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo menjelaskan, stok pupuk bersubsidi yang saat ini disiapkan Petrokimia terdiri dari Urea sebanyak 65.525 ton. Jumlah ini setara 272 persen atau hampir tiga kali lipat dari ketentuan minimum yang diatur oleh Pemerintah.
Kemudian NPK 357.887 ton setara 397 persen dari ketentuan, dan pupuk organik sebanyak 14.489 ton atau 174 persen dari syarat minimal Pemerintah.









