Minimalisasi Kerugian Akibat Serangan Penyakit, Petani Bawang Merah di Nganjuk Terpaksa Penen Dini

Tanaman bawang merah yang sudah dipanen, lanjut Warsito, nantinya akan dijadikan bibit untuk ditanam kembali di bulan Mei untuk meminimalisasi pengeluaran modal.

Ia mengungkapkan, bahwa selama ini para petani berupaya untuk mengatasi penyakit dengan menggunakan obat insektisida dan fungisida. Namun, harganya yang mahal membuat pengobatan tidak maksimal.

"Untuk pengobatan lahan 100 hektare, petani menyiapkan modal sebesar Rp1-2 juta. Modal tersebut sudah termasuk pupuk, pengolahan tanah, dan para pekerja," terangnya.

Warsito mengatakan saat musim hujan seperti ini, hasil panen petani bawang merah hanya bisa 3-5 kuintal, turun drastis dibanding biasanya yang mencapai 1 ton.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: