ilustrasi. foto: M. Sulthon/BANGSAONLINE.com
Singkat cerita, kita sampai di pos 2 Kop-Kopan, ditempuh dalam waktu 4 jam, yang artinya sudah memasuki waktu subuh.
Saat perjalanan, saya sempat penasaran, mengapa banyak orang hilang di Gunung Arjuna? Toh sejauh ini jalur sangat jelas, dan tidak ada percabangan sama sekali.
Kami sempat mendirikan tenda di pos 2 ini, untuk tidur dan memasak agar tenaga kembali terisi untuk melanjutkan perjalanan ke pos 3 Pondokan.
Di pos 3, waktu yang ditempu sama seperti sebelumnya, yakni 4 jam perjalanan. Benak saya semakin tidak karuan! Kenapa banyak pendaki yang hilang!? Sedangkan dari pos perizinan ke pos 1 jalur sangat jelas, apalagi dari pos 2 hingga pos 3, tidak ada percabangan sama sekali!
Nah, rasa penasaran saya langsung dijawab oleh penunggu Gunung Arjuna. Seketika dalam hati saya mengucap, “Ampun mbah, ampun!” ada apa? Bersambung.
Banyak hal yang terjadi selama saya melakukan pendakian di Gunung Arjuna, mulai dari melewati tempat yang disebut pasar setan, alas lali jiwo, jalur tiba-tiba hilang, hingga berputar-putar di jalur yang sama.
Untuk cerita berikutnya, akan dilanjutkan dengan judul Pengalaman Tersesat di Gunung Arjuna: Jalurnya Hilang? (2).
Agar tidak ketinggalan kelanjutannya, pantau terus website BANGSAONLINE.com untuk mendapatkan update terbaru cerita mistis Gunung Arjuna dan kisah horror gunung lainnya. (msn)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




