P Wali Kota Kediri saat memberi sambutan. Foto: Ist
KOTA KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Pj Wali Kota Kediri, Zanariah, memberi arahan kepada seluruh jajaran Perumda Pasar Joyoboyo, Minggu (29/12/2024). Hal tersebut disampaikan dalam Refleksi Kinerja Perumda Pasar Joyoboyo di Pasar Setono Betek.
"Hari demi hari sudah terlewati dengan cukup baik meskipun tetap ada lika-liku tapi dengan sinergi, kolaborasi, dan dedikasi optimal setiap tantangan bisa mendapatkan jalan keluarnya. Begitu pun tahun depan saya optimis Bapak Ibu selalu dapat menjaga semangat dalam menyambut transformasi zaman yang cukup pesat. Salah satunya dengan berinovasi guna meningkatkan eksistensi pasar tradisional," urai Zanariah.
"Meskipun di tengah gempuran modernisasi, perlu optimis bahwa pasar tradisional tetap memiliki tempat di hati masyarakat. Pasar tradisional memiliki peran penting dalam perekonomian kota, sebab pasar bukan hanya tempat bertemunya penjual dan pembeli, tetapi juga pusat interaksi sosial dan budaya masyarakat," imbuhnya.
Oleh karena itu, Zanariah meminta Perumda Pasar Joyoboyo berkomitmen mengembangkan pasar tradisional agar selalu relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat segala usia.
"Namun bukan berarti harus memaksakan mengubah wajah pasar tradisional ini menjadi 100 persen modern. Itu hanya akan membuat masyarakat segan datang ke pasar karena kesan yang terlalu eksklusif," ucapnya.
"Hal terpenting adalah bagaimana menata bahkan merevitalisasi pasar dengan tepat. Serta tetap mempertahankan vibes otentik sebagai nilai tambah. Sehingga menghadirkan rasa nyaman, bersih, dan aman bagi pedagang maupun pengunjung," paparnya menambahkan.
Menurut dia, ada beberapa contoh sukses hidupnya pasar tradisional, seperti Pasar Oro-oro Dowo dan Pasar Klojen Malang, masih banyak lagi di Indonesia. Ia pun berharap, Perumda Pasar Joyoboyo nanti bisa kembali menggelar studi tiru ke pasar-pasar tradisional dimaksud, dan diadaptasikan di Kota Kediri.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




