Budayawan Madura Sesalkan Oknum Guru SMAN 1 Arjasa Sumenep yang Jarang Ngajar Selama 2 Tahun

Budayawan Madura Sesalkan Oknum Guru SMAN 1 Arjasa Sumenep yang Jarang Ngajar Selama 2 Tahun Budayawan Madura asal Sumenep, Syaf Anton WR

Ia meyakini, dalam budaya madura, saat bekerja sepenuh hati dan meminta restu kepada keluarga atau orang tua, maka rezeki dalam bentuk materi akan datang dengan sendirinya.

“Dan beguitulah jika mengikuti adat dan kebiasaan orang orang sepuh,” jlentrehnya.

Senada dengan Syaf Anton, Ketua Pusat Pelacakan Informasi Masyarakat , Makhtub Syarif menyayangkan kejadian oknum guru SMAN 1 Arjasa yang bolos mengajar selama dua tahun dengan alasan sedang berkuliah di Surabaya.

Ia mempertanyakan pihak sekolah yang tak mengatur dengan tegas aktivitas mengajar guru yang ada.

“Emangnya atasannya itu memberikan tugas tidak memberikan jadwal terhadap stafnya? Meskipun tugas belajar dan tugas mengajar adalah sama pentingnya," ujarnya

Diberitakan sebelumnya, seorang oknum guru SMAN 1 Arjasa bernama Syamsul Arif dikabarkan jarang ngantor alias jarang mengajar selama 2 tahun belakangan.

Namun, Syamsul mengaku jika dirinya tidak membolos. Dia beralasan sedang menempuh studi di Surabaya.

"Oooo itu tidak benar pak, Saya tidak masuk karena saya sedang mengemban tugas sedang menyelesaikan program S3 di Surabaya," kilahnya. (aln/van)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Perahu Pengangkut BBM Terbakar di Pelabuhan Gayam Sapudi Sumenep':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO