Ketua Umum Yayasan Bina Cendekia Muslim Pancasila (YBCMP), KH. Anwar Iskandar (kiri) usai penandatanganan MoU. (Ist)
KOTA KEDIRI,BANGSAONLINE.com - Universitas Islam Kadiri (Uniska) di bawah kepemimpinan Rektor Prof. Bambang Yulianto, kembali mencatatkan langkah strategis dengan mengadakan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) bersama ID Consulting, perusahaan konsultan terkemuka dari Jepang yang dipimpin oleh Satoshi Miyajima, di Auditorium Gedung E lantai 2 Uniska Kediri, Jumat (13/12/2024).
Rektor Uniska, Prof. Bambang Yulianto, mengatakan, kerja sama ini bertujuan untuk memberikan peluang bagi mahasiswa, alumni, dan masyarakat luas melalui program pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja, memastikan peserta memenuhi standar sebagai calon pekerja migran, serta membuka akses program pemagangan berkualitas.
BACA JUGA:
- Wali Kota Kediri Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat, Target Rampung 20 Juni
- Damkar Kabupaten Kediri Evakuasi Ular Piton 6 Meter di Gurah
- SIWO PWI Kediri Raya Gelar Turnamen Domino Pelajar Perdana, Orado Bidik Atlet Muda Berprestasi
- Gubernur Khofifah Salurkan Bansos Rp1,819 Miliar untuk Masyarakat Kota Kediri
Menurutnya , kerja sama ini menjadi sangat relevan mengingat kebutuhan Jepang akan sekitar 250 ribu tenaga kerja asing untuk mengisi sektor-sektor penting seperti manufaktur, pertanian, kesehatan, hotel, dan tata boga.
“Kolaborasi ini adalah langkah signifikan dalam menjawab tantangan global dan memastikan lulusan serta masyarakat umum memiliki akses terhadap peluang kerja berkualitas,"ucap Prof. Bambang.
Prof. Bambang, percaya kerja sama dengan ID Consulting akan memperluas jalan bagi tenaga kerja Indonesia untuk berkontribusi di pasar internasional, khususnya di Jepang. Uniska Kediri, lanjutnya , akan mengawal bagaimana lulusan Uniska bisa terserap di pasaran kerja.
"Uniska juga berkomitmen untuk menjadi hub (koordinator) dalam kegiatan pelatihan tenaga kerja untuk dapat berpartisipasi menyelesaikan permasalahan di bidang ketenagakerjaan,"terangnya.
Sedangkan Representatif dari ID Consulting, Satoshi Miyajima, menyampaikan bahwa kolaborasi ini akan menjadi solusi dari permasalahan yang ada baik di Indonesia maupun Jepang.
"Saat ini di Jepang, banyak orang berusia lanjut dan kekurangan tenaga kerja usia produktif padahal banyak lapangan pekerjaan. Sebaliknya, di Indonesia karena adanya bonus demografi, banyak orang berusia produktif namun lapangan pekerjaannya masih kurang. Untuk itu, kerja sama ini diharapkan bisa menjadi solusi dari permasalahan yang ada di kedua negara," jelas Satoshi Miyajima dalam bahasa Indonesia yang fasih.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




