Lia Istifhama
SURABAYA,BANGSAONLINE.com - Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama memaknai Hari Antkorupsi Sedunia (Harkodia) yang diperingati setiap 9 Desember sebagai momentum perlawanan terhadap korupsi.
Hakordia yang dalam bahasa Inggris adalah International Anti-Corruption Day atau IACD, diinisiasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui penandatanganan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa Melawan Korupsi di Mérida, Meksiko pada tanggal 9 hingga 11 Desember 2003 lalu.
BACA JUGA:
- Lia Istifhama Apresiasi Kolaborasi Lintas Kementerian dalam Pengawasan dan Pelayanan Haji 2026
- Padatnya Jalur Mina, Ning Lia DPD RI Bagikan Tips Aman Jika Terpisah dari Rombongan Haji
- Jelang Armuzna, Lia Istifhama Apresiasi Kekompakan dan Fasilitas Kemenhaj
- Kunjungi Jemaah Haji Sumenep di Makkah, Ning Lia Ingatkan Kesiapan Fisik Jelang Armuzna
“Hakordia saat ini bukan hanya keterkaitan dengan perilaku korupsi yang seringkali diidentikkan dengan pejabat negara, tapi juga tindakan korupsi yang dilakukan pihak lainnya, terutama kalangan ‘berkerah putih' yang ternyata melakukan tindak kejahatan korupsi," kata Lia, dalam keterangannya, Senin (9/12/2024).
Lia mengatakan, kerah putih atau white collar mengacu pada kalangan profesional, mereka terlihat mampu, cerdas, disegani, dan pastinya berwibawa.
Namun apakah semua memiliki hati seputih kerah-nya? Ini yang sepertinya harus menjadi sorotan bersama.
Dia menyinggung peristiwa yang viral dan menghebohkan publik beberapa waktu lalu, yaitu penangkapan hakim yang menerima suap.
Anggota Komite III DPD RI ini menambahkan, publik tentu masih ingat, saat Kejaksaan Agung (Kejagung) RI menangkap tiga hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




