Rabu, 08 Juli 2020 07:46

Gara-gara Badai Pasir, Jamaah Haji asal Jombang Alami Patah Kaki

Senin, 14 September 2015 13:29 WIB
Gara-gara Badai Pasir, Jamaah Haji asal Jombang Alami Patah Kaki
Padai pasir yang menerjang Mekkah sebelum akhirnya menyebabkan jatuhnya crane. foto: kapanlagi

JOMBANG, BANGSAONLINE.com – Sainten Bin Said (59) jamaah haji asal Jombang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 15 yang sebelumnya diberitakan korban jatuhnya crane, ternyata mengalami patah kaki di Makkah. Namun demikian, kini kondisinya sudah membaik dengan dipasang gips di kakinya.

Minan Rohman salah satu jamaah asal Jombang yang juga tergabung di kloter 15 kepada wartawan melalui Blackberry Massenger (BBM) mengatakan, hingga sekarang Sainten masih dirawat secara intensif di Rumah Sakit An-Nur Makkah.

”Alhamdulillah kondisi beliau membaik. Beliau mengalami patah kaki kanan. Sekarang sudah dipasang gips,” ujarnya.

Ia menambahkan, Sainten sebenarnya bukan korban jatuhnya crane di masjidil haram. ”Ibu Sainten ini korban badai pasir. Cedera di kaki itu akibat terkena hantaman fiber pembatas jalan yang diterbangkan angin badai. "Ketika itu yang bersangkutan berangkat menuju Masjidil Haram untuk berjamaah salat maghrib. Jadi, musibah crane itu terjadi sebelum ibu Sainten sampai di Masjidil Haram,” jelasnya.

Sementara itu, pihak keluarga mengaku belum mengetahui Sainten mengalami patah kaki kanan. Pihak keluarga pertama kali mendapat informasi dari keluarga ketua regu yang kebetulan satu desa dengan Sainten. ”Waktu itu kami dapat kabar dari keluarga pak Setio Wibowo yang merupakan ketua regu ibu saya,” kata Nasrotin (38), anak kedua Sainten saat ditemui wartawan di rumahnya.

Ia melanjutkan, kabar yang diterima belum menggambarkan kondisi Sainten seperti apa pasca kejadian. ”Waktu itu belum tahu bagaimana kondisi ibu. Kami hanya dapat kabar kalau ibu menjadi salah satu korban dalam kecelakaan crane saja. Sejak itu kami sudah tidak tenang dan shock,” lanjutnya.

Nasrotin menambahkan, selang beberapa jam kemudian, pihak keluarga baru mendapat kabar dari ketua regu, yang menyebutkan Sainten menderita luka ringan dan masih dalam perawatan Rumah Sakit An-Nur. ’’Sejak itu kami menjadi sedikit lega. Terlebih kata ketua regu, ibu bisa melanjutkan ibadah haji, dan hanya tinggal menunggu keluar dari rumah sakit,” pungkasnya. Seperti diketahui, dari data yang dirilis Kementerian Agama (Kemenag) hingga kemarin ada 48 jamaah asal Indonesia yang menjadi korban jatuhnya crane di Masjidil Haram. Satu di ataranya adalah Sainten Bin Said asal Jombang. (jbg1/rvl)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Rabu, 01 Juli 2020 18:44 WIB
Oleh Fandi Akhmad Yani (Gus Yani)*Kring... Kring.. Kring.. "Hallo Pak Ketua". Terdengar suara lirih dari depan kantor DPRD Gresik saat saya keluar dari kantor. Adalah Mbah Amang Genggong. Sudah menjadi kebiasaannya setiap kali melintas di depan ged...
Rabu, 24 Juni 2020 23:47 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Jumat, 03 Juli 2020 22:23 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat...