Suasana di waktu malam Pesantren Jatidiri Bangsa Indonesia Merajut Perdamaian Nusantara, yang terletak di belakang Situs Ndalem Pojok. (Ist)
KEDIRI,BANGSAONLINE.com - Pesantren Jatidiri Bangsa Indonesia Merajut Perdamaian Nusantara, yang terletak di belakang Situs Ndalem Pojok, Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, telah dibuka dan siap menjalankan proses pendidikan.
R.M. Suhardono selakuKetua Pembangunan Pesantren, menjelaskan, bahwa Pesantrennya tersebut adalah wahana pendidikan untuk mencetak generasi bangsa, agar memiliki kesadaran berbangsa dan bernegara.
BACA JUGA:
- Wali Kota Kediri Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat, Target Rampung 20 Juni
- Damkar Kabupaten Kediri Evakuasi Ular Piton 6 Meter di Gurah
- SIWO PWI Kediri Raya Gelar Turnamen Domino Pelajar Perdana, Orado Bidik Atlet Muda Berprestasi
- Gubernur Khofifah Salurkan Bansos Rp1,819 Miliar untuk Masyarakat Kota Kediri
Pengurus pesantren pun menyatakan lembaga pendidikan ini sama sekali tidak unsur bisnis.
“Memang biaya pembanungan Pesantren Jatidiri Bangsa ini tak kurang dari 2 milyar. Biaya tersebut persembahan dari Bapak Kyai Muhammad Muchtar Mujtaba Mu’thi dan gotong rotong murid-muridnya dengan ikhlas. Tidak ada niatan bisnis, ini wujud pengabdian pada bangsa dan negara,”ucap Suhardono.
Diiakui oleh Suhardono, bahwa di zaman modern ini tidak sedikit lembaga pendidikan yang berbau bisnis. Justru tujuan bisnis itulah yang menghancurkan kualitas pendidikan.
“Kalau mau negara ini maju, pendidikan itu jangan dibuat bisnis, jangan dibuat untuk mencari keuntungan. Ini yang merusak. Untuk itu pesantren kebangsaan ini tidak ada tujuan bisnis. Apalagi ini pesantren untuk menumbuhkan kesadaran berbangsa dan bernegara (karakter), niat bisnis tidak boleh, kita semua harus benar-benar ikhlas,” tambahnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




