Media gathering yang digelar Bawaslu Kota Batu.
Sementara itu, Koordinator Mafindo Malang, Mira Daniswara, menegaskan bahwa menjelang Pemilu, fenomena penyebaran berita hoaks dan fitnah semakin merajalela.
"Banyak masyarakat yang belum dapat membedakan antara informasi yang benar dan informasi yang salah. Dalam situasi ini, Mafindo memiliki metode untuk mengecek fakta dan memverifikasi kebenaran informasi yang beredar di masyarakat. Hal ini dibutuhkan untuk memverifikasi narasi yang berkembang di media sosial," paparnya.
Dengan menggunakan pendekatan yang sistematis dan analitis, Mafindo berusaha mengedukasi publik agar lebih kritis dalam menyaring informasi yang mereka terima. Kerja sama antara Bawaslu dan Mafindo diharapkan dapat menciptakan suasana pemilu yang lebih sehat, di mana informasi yang disampaikan kepada masyarakat adalah informasi yang autentik dan dapat dipertanggungjawabkan.
Di masa di mana media sosial menjadi sumber utama informasi bagi banyak orang, langkah-langkah proaktif dalam memerangi berita hoaks menjadi sangat penting. Mira menyebut Mafindo sebagai organisasi yang fokus dalam pemberantasan konten informasi negatif, memiliki peranan penting dalam menyebarluaskan pengetahuan tentang cara mengenali berita yang tidak akurat.
"Kami juga berkomitmen untuk memberikan pelatihan dan sosialisasi kepada masyarakat, terutama generasi muda yang sangat aktif di media sosial," kata Mira
Dari sisi masyarakat, partisipasi aktif sangat diperlukan dalam memerangi hoaks. Masyarakat diimbau untuk menjadi konsumen informasi yang kritis dan tidak mudah terprovokasi oleh berita yang tidak jelas sumbernya. (adi/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




