Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 2, Khofifah Indar Parawansa, saat menyapa para pekerja pabrik ikan di Banyuwangi.
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 2, Khofifah Indar Parawansa, berkomitmen mendorong hilirisasi perikanan untuk tingkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut diungkapkan ketika berkunjung ke pabrik pengolahan ikan di Banyuwangi, yakni PT Pacific Harvest Indonesia dan PT Sumber Yala Samudera, Senin (21/10/2024).
Di dua pabrik sarden ikan tersebut, Khofifah mendorong agar sektor industri aktif untuk menyerap ikan hasil tangkap lokal demi mengungkit kesejahteraan masyarakat nelayan di Banyuwangi. Dengan memaksimalkan penyerapan ikan nelayan lokal, diharapkan nilai tukar nelayan Banyuwangi dan Jatim akan terus meningkat yang berarti kesejahteraan nelayan juga meningkat.
BACA JUGA:
- Jawa Timur Jadi Produsen Padi Terbesar Nasional 2026
- Gubernur Khofifah Lantik 65 Kepala Sekolah, Minta Prestasi Pendidikan Jatim Terus Ditingkatkan
- Jawa Timur Pertahankan Prestasi Tertinggi SNBP dan SNBT 2026
- Sambut Kepulangan Kloter Pertama Jemaah Haji dari Jawa Timur, Khofifah Apresiasi Layanan Imigrasi
“Kita terus mendorong bagaimana hilirisasi sektor perikanan bisa terbangun. Karena celah untuk memberikan nilai tambah pada ikan hasil tangkap nelayan adalah dengan cara pengolahan yang ada di sektor hilir,” kata Khofifah.
“Di dua pabrik ini, ikan hasil tangkapan nelayan diolah menjadi sarden. Kita berharap industri ini semakin berkembang sehingga menghasilkan produk-produk olahan ikan yang beragam sehingga bisa menyerap lebih banyak ikan hasil tangkapan nelayan,” imbuhnya.

Dalam kesempatan ini, Khofifah juga menyampaikan bahwa hasil perikanan tangkap di Jawa Timur adalah yang tertinggi secara nasional melebihi wilayah-wilayah di Timur Indonesia. Total produksi perikanan tangkap di Jawa Timur tahun 2023 mencapai 590.685,8 ton, dan komoditas unggulan perikanan tangkap ada 2, yakni tongkol dengan hasil produksi mencapai 65.532,3 ton, dan lemuru dengan hasil produksi mencapai 79.952,3 ton.
“Ini adalah hasil kerja keras para nelayan Jawa Timur yang luar biasa. Tak hanya perikanan tangkap Jatim yang tertinggi. Tapi juga produksi padi kita tertinggi nasional empat tahun berturut-turut, produksi sapi daging sapi kita juga tertinggi nasional. Jadi kalau ada yang bilang Jawa Timur masih begini-begini saja, tolong para nelayan, para petani dan para peternak Jatim, tetap sabar dan semangat dan maafkan mereka,” urai Khofifah.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




