"Contoh, kayak ada Sendang Made di wilayah Kudu, ini bisa ditampilkan melalui Jombang Carnival. Atau di daerah lain, sejarah santri, ini juga bisa ditampilkan dalam parade, melalui musik, narasi atau penampilan lainnya," katanya, Jum'at 11/10/24.
Selain potensi budaya dan sejarah, Jombang Carnival juga akan digelar dengan parade penampilan potensi ekonomi dari masing masing wilayah.
Desa yang ikut berpatisipasi yang punya potensi hasil bumi, bisa menampilkan diri dalam parade tersebut sesuai dengan konsep yang sudah disepakati.
"Misal Kabuh, ada potensi hasil tembakau, atau Wonosalam, dengan potensi durian dan salak, atau makanan khas. Nah ini semua nanti ditampilkan dalam acara tersebut supaya orang mengerti bahwa di wilayah ini ada ini, disana ada itu, begitu nantinya," terangnya.










