Ia menginginkan PPDI di Mojokerto sama dengan PPDI tingkat provinsi. Yaitu mendapat honorarium.
"Hasil perjuangan kami ke Gubernur Jatim berhasil menjadikan Jatim satu-satunya pemerintah provinsi yang berani mengeluarkan honorarium untuk perangkat desa se-Jawa Timur," tegas Sutoyo Muslih.
Hadir dalam acara itu Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, ayahanda Gus Barra yang juga pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto. Selain Kiai Asep juga hadir Achmady, ayahanda Muhammad Rizal Oktavian yang pernah menjabat bupati Mojokerto.
Sutoyo Muslih bahkan minta ada kesepakatan pakta integritas agar dukungan terhadap Gus Barra-Rizal lebih terjamin. Menurut dia, dengan pakta integritas, maka Siltap (Penghasilan Tetap) untuk perangkat desa juga aman.










