BOJONEGORO (bangsaonline) - Sekitar 17 rumah warga di tepian Sungai Kaligandong di Dukuh Korgan, Desa/Kecamatan Purwosari Bojonegoro terancam hilang. Longsor tebing Sungai Kaligandong semakin lebar dan mendekati rumah warga.
Tebing Sungai Kaligandong longsor sepanjang 80 meter dengan lebar 15 meter. Tanah tepian sungai terus ambrol dan menyeret pohon mangga, pohon bambu, dan pohon dondong di samping rumah warga. Longsor bertambah setelah Sungai Kaligandong mengalami bandang dan mengikis bagian bawah tebing.
Salah satu warga, Warem (45), mengaku sangat cemas dengan kondisi tebing Sungai Kaligandong yang terus longsor tersebut. Sebab, kini jarak tebing yang ambrol dengan bagian belakang rumahnya tinggal tiga meter. "Tebing yang longsor itu sangat curam. Kalau tiba-tiba ambrol lagi, saya khawatir rumah saya ikut masuk sungai," ujar janda beranak dua tersebut.
Tanah di belakang rumah Warem sepanjang 10 meter sudah ambrol terseret arus sungai. Begitu pula tanaman kedondong, cabai, singkong, dan mangga di belakang rumahnya sudah lebih dulu amblas terseret longsoran.
Dia mengatakan, warga sudah melaporkan longsor Sungai Kaligandong tersebut ke desa dan diteruskan ke kecamatan. Namun belum ada tindaklanjut atau upaya apa pun yang dilakukan oleh pemerintah.
Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Amir Sahid, mengaku belum mendapatkan laporan tebing Sungai Kaligandong yang ambrol tersebut.




