Petugas saat mengecek kotak surat suara sebelum dipindahkan dari Gedung Bulog ke Hotel Double Tree Surabaya untuk dihitung ulang. Proses pengecekan dan pemindahan kotak suara diawasi oleh Bawaslu dan perwakilan parpol.
BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - DPD PKS, DPC Hanura, dan DPD PDIP Kabupaten Bangkalan kecewa penghitungan ulang surat suara (PUSS) untuk 10 TPS di Desa Langkap dilakukan di Surabaya.
Ketiga partai tersebut mempertanyakan alasan pemindahan lokasi PUSS dari Bangkalan ke Surabaya.
BACA JUGA:
- KPU Umumkan Lukman-Fauzan Sebagai Pemenang Pilbup Bangkalan 2024
- Bawaslu Bangkalan Tangani 12 Pelanggaran Pilkada 2024, Mayoritas Soal Administrasi
- KPU Bangkalan Gelar Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara Pilkada 2024
- Debat Publik Kedua Cabup dan Cawabup Bangkalan, ini Kata Surokim Pengamat Politik
Ja'par, Sekretaris DPD PKS Bangkalan, menilai alasan keamanan dan kondusivitas yang dijadikan pertimbangan KPU Jawa Timur terlalu mengada-ada. Menurutnya, kondisi Bangkalan saat ini aman, damai, dan kondusif.
"Jadi tidak ada alasan PUSS digelar di Surabaya. Seharusnya pihak aparat Bangkalan dapat memberikan ketegasan atas jaminan keamanan atau kondusivitas, sebenarnya apa yang menjadi kendala," ujar Ja'par.
Bahiruddin, Komisioner KPU Bangkalan Bidang Teknis, mengatakan pelaksanaan PUSS di Surabaya sesuai dengan surat dinas KPU Provinsi Jatim No: 286/PT..01.1-SD/35/2024, dengan menimbang aspek kemamanan dan kondusivitas.
"Penghitungan surat suara di Surabaya menjadi keputusan KPU Provinsi Jawa Timur, KPU Bangkalan hanya melaksanakan putusan," katanya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




