Menurut dia, dalam kesempatan itu Pemkot Batu memberikan kartu identitas ternak sehat yang telah melalui pemeriksaan oleh dokter hewan. Kemudian juga diberikan vitamin untuk hewan kurban untuk menjaga kesehatan hewan.
Aries menyebut, Pemkot Batu menekankan bahwa hewan kurban yang masuk di wilayah Kota Batu harus melalui sejumlah pengecekan, untuk memastikan tidak ada penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK).
"Kita berikan label bahwa ini sudah layak jual dan layak dikonsumsi oleh masyarakat. Sehingga nanti betul-betul penyebaran penyakit bisa kita tahan di wilayah Kota Batu," katanya,
Untuk menjamin pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di wilayah Kota Batu, Pemkot Batu telah bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya dan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya.










