Ia menjelaskan, awalnya kegiatan itu berlangsung mulai 13-17 Mei 2024. Namun, ada kebutuhan pasokan air untuk area pertanian melalui irigasi Lodagung di Kecamatan Sutojayan, Blitar, sehingga proses flushing diundur menjadi 20-24 Mei 2024.
Milfan mengatakan, proses flushing ini berfungsi untuk menggelontorkan material sedimen yang dapat memperkecil daya tampung bendungan.
“Dengan flushing, kapasitas bendungan dapat dipulihkan sehingga fungsi bendungan sebagai waduk air irigasi maupun PLTA (pembangkit listrik tenaga air) dapat optimal,” ujarnya.
Bendungan Wlingi, lanjutnya, memiliki peran penting dalam penyediaan air irigasi area pertanian seluas 13.000 hektar yang ada di Blitar dan Tulungagung.










