Kondisi Sumber Bedung yang kini telah mengering (foto: Muji Harjita)
KEDIRI,BANGSAONLINE.com - Nasib mata air Sumber Bedug atau Sumber Gaya Remaja, sungguh memperihatinkan.
Setelah menjadi rebutan dua desa bertetangga di Kabupaten Kediri, yaitu Desa Bedug dan Desa Rembang Kepuh, Kecamatan Ngadiluwih, terkait pengelolaan sumber bedug, kini sumber (belik) air di Sumber Bedug malah mati.
BACA JUGA:
- Ponpes Al-Falah Ploso Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2026
- Bayi Perempuan yang Diduga Dibuang di Ngasem Kediri Diserahkan ke Dinsos, Polisi Buru Orang Tua
- Nama Tunggal di SK, Rais Aam Putuskan Lokasi Munas-Konbes NU di Ponpes Alfalah Ploso Kediri
- Libur Panjang Iduladha, Stasiun Kediri Layani Lebih dari 13 Ribu Penumpang
Matinya sumber air di Sumber Bedug itu, diduga karena pihak pengelola, melapisi beton dasar sumber dengan semen.
Laporan ke pihak berwenang terkait matinya sumber air di Bedug ini bukannya tidak dilakukan.
Bahkan seorang aktivis lingkungan sudah beberapa kali melaporkan kondisi sumber Bedug ini.
Namun sayang, laporannya belum ada tanggapan dari pihak berwenang. Laporan yang disampaikan justru terkesan dilempar sana-sini.
Fathur Rahman, seorang aktivis lingkungan, mengatakan, bahwa ia dan beberapa kawannya, sudah beberapa kali melaporkan terkait Sumber air Bedug ini ke pihak berwenang.
"Kami sudah mendatangi Kantor Kecamatan Ngadiluwih untuk melaporkan masalah ini. Tapi ditolak dengan alasan bukan wewenangnya. Kami lalu disarankan lapor ke Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kediri. Itupun sudah kami lakukan,"kata Fathur, Minggu (24/3/2024).
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




