Dampak Buruk Tidur Saat Mendarat dan Lepas Landas. Foto: Ist
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Perjalanan menggunakan pesawat perlu memperhatikan hal-hal tertentu, salah satunya waktu tidur.
Dilansir dari rd.com, menurut laman penyedia informasi kesehatan Amerika Serikat MedlinePlus, tidur saat pesawat lepas landas atau mendarat bisa menyebabkan kerusakan serius pada telinga.
BACA JUGA:
- Viral Pengendara Motor di Surabaya Bawa Kardus Berisi Barang Harga Rp70 Jutaan
- Viral! Siswa SD di Probolinggo jadi Korban Bullying, Polisi Lakukan Penyelidikan
- Jambret Apes! Nekat Gasak Perhiasan Emak-emak di Blitar, Ternyata Emas Imitasi
- Polemik Yai Mim dan Sahara, Gus Yusuf Minta Alumni Tebuireng Jaga Adab
Hal itu dikarenakan adanya perubahan cepat tekanan udara di dalam kabin pesawat yang dapat mengakibatkan berbagai masalah kesehatan seperti infeksi telinga, pusing, kerusakan gendang telinga, mimisan dan gangguan pendengaran.
Respon alami tubuh untuk mengurangi tekanan pada gendang telinga saat lepas landas dan mendarat adalah dengan meletupkannya untuk menjaga keseimbangan tekanan.
Apabila seseorang tertidur saat lepas landas atau mendarat, akibatnya tidak dapat secara aktif melakukan respon alami tubuh.
Selain itu, perubahan ketinggian yang cepat mempengaruhi tekanan udara di telinga. Hal itu dapat menyebabkan kekosongan pada saluran Eustachius yang membuat telinga terasa tersumbat dan terdengan tumpul.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




