Seiring dengan perkembangan teknologi, menunjukkan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Surabaya menunjukkan tren naik. Hal ini ditunjukkan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) Surabaya merilis IPM di angka 83,99 (naik 0,67 poin dari tahun sebelumnya 2022, mencapai angka 83,32).
Bahkan, angka IPM Surabaya melampaui angka IPM Nasional (74,39) dan IPM Jatim (74,56). Tren kenaikan IPM dari tahun ke tahun meningkat (selama tahun 2020-2023, rata-rata kenaikan mencapai 0,49 persen per tahun).
Dengan IPM Surabaya termasuk kategori âsangat tinggiâ, salah satu instrumen terpenting dalam IPM adalah pengetahuan. Misalnya, Harapan Lama Sekolah (HLS) penduduk berumur 7 tahun, meningkat 0,02 tahun dibanding sebelumnya, yang rata-rata 14,83 (2022) menjadi 14,85 (2023). Sedangkan Rata-Rata Lama Sekolah (RLS), penduduk umur 25 tahun keatas meningkat 0,19 tahun, dari rata-rata 10,51 tahun (2022) menjadi 10,70 tahun (2023).
Kelebihan potensi di Surabaya, maka harus dijemput dengan hadirnya Inovasi Digitalisasi di KPU Surabaya, sebagai pusat sumber proses pelaksaanaan Pemilihan Umum (Pemilu) di Indonesia, khususnya di Kota Pahlawan.










