Ketika Nabi Adam Ditiupi Ruh Sampai Perut Langsung Melompat, Tafsir Al-Quran Aktual HARIAN BANGSA

Dalam kehidupan sehari-hari, lazim kita dengar, ada sedikit sakit, maunya segera sembuh. Bepergian, maunya cepat sampai. Cepat panen melimpah, menjadi kaya dengan cepat, mau pangkat dengan memaksa-maksakan diri dan seterusnya. Tidak berpikir panjang, meski akhirnya merugikan diri sendiri.

Sa’id ibn Jubair meriwayatkan, ketika Nabi Adam A.S. dicipta dan ruhnya baru ditiupkan di mata, maka dia langsung melototi buah-buahan surga yang ranum menggiurkan. Ketika ruh nyampai di perut, dia langsung melompat dan bernafsu untuk memakan buah tersebut, padahal ruh belum nyampai ke kaki.

Makanya, semua maling atau koruptor itu pasti orang yang tidak sabaran dengan takdirnya hari itu, lalu tergesa-gesa ingin kaya dengan cepat, tanpa berpikir akibatnya di kemudian hari. Matanya gelap dan ngawur : Ya, sudahlah, yang penting kaya dulu, urusan nanti. Kemudian menyesal setelah tertangkap da masuk penjara. Lalu, tampilannya menshalih-shalihkan diri dan menjadi munafik.

Seseorang yang berbuat buruk dan sudah diketahui oleh kumunitas muslimin, meskipun faktanya tidak diperkarakan, tidak diputus bersalah, tidak dimasukkan penjara, tetapi hakekatnya dia sudah aib di hati kaum muslimin. Dia bisa mengelabui pandangan mata umat Islam, tetapi tidak bisa menghapus kata hati mereka.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: