“Afa’in mitt fahum al-khalidun”. Mosok.., kamu (Muhammad SAW) mati, sementara mereka, rasul-rasul sebelum kamu, hidup terus. Pada potongan ayat ini dibahas dua hal :
Pertama, soal huruf hamzah pada ayat tersebut :” A - fa’in..” berfungsi sebagai “istifham”. Bentuk pertanyaan, kata tanya, “apakah..?”. ulama sepakat bahwa istifham pada ayat kaji ini berfaedah sebagai “inkary” atau istifham inkary. Yaitu pertanyaan yang bernada pengingkaran, pertanyaan yang tidak perlu dijawab, tidak perlu ada jawaban, karena jawabannya pasti pengingkaran, pasti “TIDAK”.
Istifham inkary itu kayak Anda bertanya kepada Cak Haji Mas’ud Adnan, pemimpin Harian BANGSA ini,:” apakah bapak memang presiden negeri ini..?”. dan itu tidak perlu dijawab, karena jawabannya pasti “tidak”.
Kesimpulan dari ta’bir yang berbentuk istifham inkary pada ayat di atas adalah, bahwa benar-benar para nabi atau para rasul terdahulu, sebelum nabi Muhammad SAW adalah sudah wafat semua dan tidak ada seorangpun yang hidup.










