TAFSIR
Dinyatakan sebelumnya, bahwa Tuhan itu maha bisa apa-apa dan bebas melakukan apa-apa. Tidak bisa dimintai pertanggungjawaban (La yus’al ‘anh), malah Dia menuntut pertanggungjawaban kepada kita (wahum yus’alun).
Terhadap manusia yang menuhankan selain Diri-Nya, bakal sengsara nanti di akhirat. Agar mereka tidak terlanjur dalam kepurukan syirik yang menyengsarakan itu, pada ayat kaji ini Tuhan meminta argument, meminta dasar pemikiran yang logik perihal adanya Tuhan selain Diri-Nya. Apa argumennya ,: “ Hatu burhanakum..”. Bagi-Nya, Tuhan itu harus punya “al-qudrah”, kemampuan tak terbatas.
Tuhan mempu menghidupkan dan mampu mematikan, lalu menghidupkan lagi. mana ada selain Allah SWT mampu berbuat begini. Yesus, sama dengan umumnya mansuia, dia tidak bisa melahirkan dirinya sendiri, masih dilahirkan oleh ibunya.










