Andai Nabi Hidup di Surabaya Makan Rawon dan Rujak Cingur? Tafsir Al-Quran Aktual HARIAN BANGSA

Pada ayat sebelumnya ditutur soal para rasul dari kalangan laki-laki dengan tujuan lebih leluasa bergerak kala menyampaikan wahyu. Makanya, umat dipersilahkan bertanya masalah agama jika tidak mengerti. Bertanya adalah kunci pembuka segala yang terbelenggu dan pencerah segala yang kelam.

Lalu, pada ayat kaji ini menyambung betapa seorang Rasul itu, meski dia kekasih Tuhan, dia tetap manusia yang mesti makan, butuh minum dan segala yang dibutuhkan manusia pada umumnya. Termasuk mempunyai syahwat dan butuh bercumbu dengan istri.

Andai nabi itu hidup di Surabya, kiro-kiro yo ndahar rawon, rujak cingur, es

janggelan dan lain-lain. Mereka juga pasti mati seperti layaknya makluq dan tidak ada yang hidup selamanya. “Wa ma kanu khalidin”. Hanya DIA saja yang maha kekal dan tak terbatas.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: