"Alhamdulillah kita mendapatkan insentif fiskal Rp6,215 miliar. Insentif ini akan kita gunakan untuk program yang langsung diterima oleh masyarakat miskin. Misalnya padat karya tunai, pengadaan air bersih di desa rawan kekeringan, pasar murah untuk menekan inflasi, bantuan langsung tunai untuk penyandang disabilitas dan bantuan permakanan bagi PMKS di Panti Sosial," ujar Gubernur Khofifah, Minggu (12/11/2023).
"Capaian ini berkat kerja keras, kerja cerdas dan kerja Ikhlas kita semua sehingga Provinsi Jatim berhasil menurunkan angka kemiskinan ekstrem menjadi 0,82%, optimis Jatim bangkit, terus melaju menuju kemiskinan ekstrem 0% di akhir 2024," tambahnya.
Selain banyak program yang dilakukan Pemprov Jatim untuk menanggulangi kemiskinan agar berjalan efektif, turunnya angka kemiskinan di Jawa Timur menurut Gubernur Khofifah Indar Parawansa juga dipengaruhi berbagai faktor.
Seperti perkembangan ekonomi Jawa Timur pada Triwulan III 2023 (Q to Q) berhasil tumbuh sebesar 1,79 persen di atas nasional dan tertinggi se-Pulau Jawa. Selanjutnya juga pada Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Agustus 2023 sebesar 4,88%, turun 0,61 persen poin dibandingkan dengan Agustus 2022 yang tembus 5,49 persen.










