Wali Kota Pasuruan H. Saifullah Yusuf berada di tengah-tengah jemaah haul KH Abdul Qodir Nur yang digelar di Masjid Baitul Rohman Bugul Kidul.
Ia mengajak para jamaah refleksi diri. "Apakah ketika nanti sudah berpulang, masih banyak yang mengenang dan mendoakan karena kebaikan yang ditinggalkan," katanya.
"Majelis haul ini jadi pengingat saya dan Mas Adi untuk selalu memberikan kebaikan ketika diberikan amanah. Ketika kita selalu berbuat baik demi kesejahteraan masyarakat, maka saat tiba kami pensiun, akan selalu dikenang atas kebaikan yang jadi peninggalannya," imbuh Gus Ipul.
Ia menyampaikan bahwa wafatnya kiai dan para alim ulama diibaratkan seperti padamnya obor penerang dalam kegelapan. Ketika tidak ada penerangan, maka setiap orang akan kesulitan untuk berjalan mencapai tujuan.
"Wafatnya kiai sama seperti matinya cahaya dalam kegelapan. Saat berjalan, kita pasti akan grayah-grayah, kangelan. Karena para kiai dan alim ulama ini adalah penerang dan pembimbing kita untuk mencapai tujuan dunia dan akhirat," ujar Gus Ipul.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Pasuruan mengapresiasi antusiasme jemaah dalam menyelenggarakan majelis haul. Hal itu menunjukkan adanya proses regenerasi dalam mengamalkan ajaran para kiai.
"Melalui majelis haul membuktikan bahwa masyarakat masih ingin tersambung dan terhubung mewariskan ajaran ulama," pungkasnya. (par/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




