DLH Ngawi bersama Satpol PP dan Polsek setempat melakukan sidak ke perusahaan CV. Sumber Arang Makmur, pemroduksi Arang Batok Kelapa, Selasa (24/10/2023).
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Adanya keluhan warga Desa Gayung, Kecamatan Gerih terkait polusi udara akibat asap pembakaran pabrik pembuatan arang berbahan baku batok kelapa, akhirnya didatangi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama Satpol PP Ngawi.
Diketahui, beberapa waktu yang lalu, di Desa Gayung dihebohkan dengan adanya asap tebal akibat pembuatan arang dari batok kelapa oleh CV Sumber Arang Makmur. Perusahaan tersebut, telah memproduksi arang batok kelapa selama lima tahun yang lalu.
BACA JUGA:
- Gegerkan Warga Karangasri, Jasad Lansia Ditemukan Mengambang di Sungai Bengawan Madiun
- Dua Personel Polres Ngawi Wakili Polda Jatim di Kejuaraan Judo dan Beladiri Kapolri Cup 2026
- Angka Putus Sekolah di Ngawi Tembus 730 Siswa, Mayoritas Pelajar Kelas 8 SMP
- Kaca Depan Pecah dan Sopir Terluka, 3 Pelajar Pelempar Bus Ditangkap di Padas Ngawi
Dari informasi yang berhasil dihimpun BANGSAONLINE.com, perusahaan produksi arang batok kelapa tersebut produksi awalnya berada di belakang rumah pemiliknya, Heri Siswanto.
Kemudian, tahun 2019 tempat tersebut didemo warga sekitar akibat asap dari proses pembakaran yang menyebar di lingkungan.
Setelah didemo, lokasi pembuatan arang batok kelapa di pindahkan ke area persawahan yang disewa dari warga sekitar.
Lalu, akibat dari pembakaran di lokasi tersebut, Pemkab Ngawi pun turut turun ke lapangan untuk melakukan penindakan.
Selain itu, Ketua DPRD Ngawi, Heru Kusnindar juga berkomentar usai melihat asap tebal yang membuat polusi di Desa Gayung.
"Kalau melihat asap ini sampai ke bawah berarti pabrik itu tidak ada cerobong asapnya. Apalagi itu sudah berjalan tahunan, di republik ini semua harus ada ijinnya dan aturan yang ada," jelas Heru Kusnindar, Selasa (24/10/2023).
Akhirnya, petugas dari DLH Ngawi, Satpol PP dan Polsek Gerih mendatangi pabrik tersebut. Rombongan tersebut, diterima langsung oleh pemiliknya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




