Hari pertama, tercatat transaksi Rp1.705.907.000 dengan pengunjung sebanyak 3.748 orang. Disusul hari kedua, mencatatkan transaksi Rp2.668.167.000 dengan jumlah pengunjung 6.797 orang. Hari ketiga, terjadi transaksi senilai Rp2.903.114.000 dengan pengunjung sebanyak 6.846.
"Alhamdulillah. Dalam tiga hari, sudah mencapai lebih dari Rp7 miliar. Ini menjadi bukti bahwa acara ini mampu menjadi penggerak perekonomian bagi UMKM. Kami optimis angka transaksi dan pengunjung pun akan terus meningkat hingga acara penutupan yang akan dilakukan pada 8 Oktober 2023 sore," imbuhnya.
Lebih lanjut, gubernur menyampaikan untuk menjadikan UMKM naik kelas, Pemprov Jatim mendorong pelaku usaha cepat beradaptasi dengan digital ekosistem. Sebab, saat ini berbagai cara pemasaran produk diperlukan, utamanya melalui digital marketing.
Menurutnya, pelaku UMKM harus memahami bagaimana cara mempromosikan produknya agar orang yang memberikan respon atas produk relatif lebih komprehensif. Tidak sekadar digital ekosistem yang menjadi bagian penting, tetapi pertemuan antar para pelaku usaha dalam event seperti ini juga penting.










