"Kita mulai melakukan droping air bersih dari bulan Juli. Dan rata-rata setiap hari sebanyak 14 ribu liter air bersih yang disalurkan," jelas Prilla Yudha Putra, Kamis (14/9/2023).
Menurutnya, BPBD telah memetakan sekitar 30 desa dari 8 kecamatan yang rawan kekeringan. Hingga saat ini, terlapor 15 desa dari 6 kecamatan telah dilakukan pendistribusian air bersih baik dari BPBD maupun dari Instansi terkait.
"Hasil mitigasi kita sekitar 30 desa dari 8 kecamatan yang rawan mengalami kesulitan air bersih karena bencana kekeringan ini. Sampai hari ini (Kamis) sudah ada 15 desa yang meminta kiriman air bersih," terangnya.
Namun nahasnya, banyak kepala desa (Kades) yang enggan melaporkan kondisi wilayahnya dimana warga masih kesulitan akan kebutuhan air bersih.










