Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, persoalan mesin atau alat scanning yang mengalami rusak yaitu ditemukan di Kecamatan Kerek, Soko, Palang, Kenduruan, Bangilan dan Singgahan. Akibatnya, membuat proses perhitungan nilai menjadi molor hingga malam hari sampai waktu yang ditentukan.
Nur Fuadi peserta dari Desa Margomulyo, Kecamatan Kerek menceritakan, pelaksanaan tes memang sudah molor dari awal. Mulai lembar soal yang terlambat dibagikan, hingga kebingungan tim pengawas saat membagi lembar soal dan jawaban kepada peserta.
Tak hanya itu, sosialisasi yang dilakukan oleh pihak kecamatan dianggap masih kurang.
"Sosialisasi dilakukan oleh kecamatan. Padahal panitia harusnya dari desa masing-masing. Padahal kecamatan adalah pihak teknis yang berasal dari UNAIR," papar Nur Fuad




