Pengukuhan bunda asuh anak stunting di Alun-Alun Reksogati, Caruban, Madiun, Sabtu (5/8/2023).
MADIUN, BANGSAONLINE.com - Komitmen Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk menurunkan angka prevalensi stunting terus ditunjukkan. Kali ini, perempuan yang juga Ketua Umum Muslimat NU itu mengukuhkan PAC Muslimat NU se-Kabupaten Madiun menjadi bunda asuh untuk anak-anak terindikasi stunting di desa masing-masing.
Pengukuhan bunda asuh yang digelar di Alun-Alun Reksogati, Caruban, Madiun, Sabtu (5/8/2023) kemarin itu merupakan bentuk langkah gotong royong untuk mewujudkan desa bebas stunting.
BACA JUGA:
- WFH ASN Jatim Bergeser ke Jumat Mulai Juni, Gubernur Khofifah: Ikuti Arahan Mendagri
- Pecel Masuk 10 Besar Salad Terbaik Dunia, Khofifah: Bukti Kuliner Jatim Mendunia
- Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional 2026, Gubernur Khofifah Hadir di Layanan Kegiatan Jawara
- Laksanakan Sholat Idul Adha di Al Akbar, Gubernur Khofifah Serahkan Kurban dari Presiden Prabowo
Pengukuhan bunda asuh tersebut dilakukan di sela acara Pengajian Akbar Memperingati Tahun Baru Islam 1445 H dan Santunan Anak Yatim yang digelar oleh PC Muslimat NU Madiun. Ada sebanyak 20.000 jemaah Muslimat NU yang hadir dalam acara tersebut.
"Kita semua menggerakkan supaya Muslimat NU di seluruh level kepengurusan untuk siap menjadi ibu asuh dari anak-anak yang terindikasi stunting," ujar Khofifah.
Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur tersebut berharap gerakan itu menjadi ikhtiar bersama untuk menurunkan angka stunting melalui program desa bebas stunting di Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Madiun.
Sebagai ibu asuh, Khofifah meminta warga Muslimat NU yang memiliki kelebihan rezeki untuk bersedekah satu butir telur setiap hari. Telur tersebut kemudian diberikan kepada anak-anak yang terindikasi stunting sesuai dengan data di setiap desa.
Ia yakin gerakan yang dilakukan Muslimat ini mampu memberikan kontribusi signifikan dalam menurunkan angka stunting yang akhirnya terwujud desa bebas stunting. Mengingat, Muslimat merupakan organisasi perempuan terbesar di Indonesia.
"Ini akan jadi bagian dari penguatan gerakan nasional dalam penurunan stunting. Di mana Pak Presiden menarget 2024 stunting di Indonesia bisa ditekan hingga 14%," katanya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




