Alhamdulillah, Realisasi Investasi Jatim Triwulan I/2023 Capai Rp30 Triliun

Lebih lanjut, Gubernur perempuan pertama Jawa Timur ini menjelaskan bahwa pada realisasi investasi triwulan I 2023 sebesar Rp30 triliun ini terdiri dari PMA (Penanaman Modal Asing) yang mencapai Rp14,5 triliun atau tumbuh melonjak sebesar 76,8 persen dibanding triwulan I 2022 yang sebesar Rp8,2 triliun. Sedangkan realisasi PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) pada triwulan I 2023 tercatat sebesar Rp15,5 triliun dibanding triwulan I 2022 sebesar Rp15,4 triliun.

Kontributor tertinggi realisasi investasi secara total PMA dan PMDN adalah sektor pertambangan 16,5 persen, industri logam dasar, barang logam bukan mesin & peralatannya 13,8 persen, industri kimia & farmasi (10,5%), transportasi, gudang & telekomunikasi (11,1%), serta perumahan, kawasan, industri & perkantoran(9,4%).

Sedangkan untuk lokasi penyumbang terbesar meliputi Gresik 36 persen, 20,5% Surabaya, Sidoarjo (10,1%), Kabupaten Pasuruan (8,4%) dan Tuban 4,4 persen. Sementara menurut negara asal, realisasi PMA masih didominasi oleh investasi dari Amerika Serikat (37,8%), Jepang 24 persen, Singapura 8,3 persen, Hongkong, RRT (6,5%) dan Belanda 6,3 persen.

Proporsi antara PMA dan PMDN dalam realisasi investasi Jatim triwulan I 2023, berturut –turut 48,3 persen dan 51,7% atau setara dengan Rp14,5 triliun realisasi PMA dan Rp15,5 Triliun realisasi PMDN. Tingginya peran serta realisasi PMA, secara linear menunjukkan tingginya kepercayaan investor asing terhadap potensi Provinsi Jatim di masa pemulihan usai pandemi COVID-19.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: