Lebih jauh, ia menyebut, kawasan bantaran bengawan menjadi sangat riskan terhadap potensi bencana, utamanya banjir. Oleh sebab itu, pihaknya mendorong penerapan kurikulum khusus bagi pelajar terdampak.
"Kalau bicara bantaran sungai solo pasti banjir. Soal penanggulangan banjir. Mulai sejak pelajar kurikulumnya disesuaikan," katanya.
BACA JUGA:Sukses Sedot Animo Masyarakat, Yuhronur Pastikan Lamongan Tempo Doeloe Kembali Digelar Tahun Depan
Ia berharap, bila kesadaran penanggulangan bencana harus dipupuk sejak dini. Anak-anak, kata Muhajir, harus dibekali edukasi perihal kebencanaan dan penyebab bencana.
"Tanamkan mental kepada anak dan pemicu terjadinya bencana. Jangan sampai ada anak anak nggak tau alat keselamatan banjir. Semisal membuang sampah dan tata cara hidup bersih," terangnya.










