Proyek JTB berada di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, dan untuk Lapangan MDA-MBH milik HCML berlokasi di Selat Madura. Peresmian ditandai dengan penekanan tombol sirine dan penandatanganan prasasti oleh Wapres Ma'tuf yang didampingi Menteri ESDM, Gubernur Khofifah, Kepala SKK Migas, Direktur Utama PT Pertamina, Direktur Utama Husky CNOOC Madura Limited.

Gubernur menjelaskan, berdasarkan data SKK Migas Jabanusa, produksi gas bumi di Jatim diprediksikan dalam 2 atau 5 tahun ke depan akan mengalami lonjakan. Beberapa proyek gas yang akan onstream dan akan menambah produksi selama 5 tahun kedepan antara lain JBT-PEPC (192 MMSCFD), MDA/MDH dan MAC-HCML (120 dan 50 MMSCFD), Paus Biru-Medco (30 MMSCFD), RBG-TIS petroleum (15 MMSCFD), Lengo-Kris Energy (70 MMSCFD), ENC-EML (30 MMSCFD) dan Bukit Panjang- PCK2L (50 MMSCFD).
“Kondisi ini, memerlukan uluran tangan Pemerintah Pusat guna menyiapkan _grand design_ baru bagi pemenuhan infrastruktur migas di Jatim. Diharapkan ini akan sejalan dengan _master plan_ pengembangan wilayah industri di 4 kawasan industri eksisting, maupun yang akan dikembangkan di 3 titik yaitu di Nganjuk, Kabupaten Madiun, dan Ngawi,” paparnya.










