Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, didampingi Agus Joko Susilo saat memetik alpukat kelud. Foto: Ist
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, berencana mengembangkan salah satu tanaman hortikultura sebagai komoditas unggulan baru. Alpukat Kelud dilirik menyusul nanas Pasir Kelud (PK-1) yang telah dulu menjadi primadona di Bumi Panjalu.
Ia mengungkapkan hal tersebut usai mengunjungi Desa Wisata Jambu, Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri, Minggu (22/1/2023). Di sana, bupati yang gemar bervespa itu melihat langsung bagaimana alpukat kelud dibudidayakan dengan ditanam dalam pot.
BACA JUGA:
- Wali Kota Kediri Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat, Target Rampung 20 Juni
- Damkar Kabupaten Kediri Evakuasi Ular Piton 6 Meter di Gurah
- SIWO PWI Kediri Raya Gelar Turnamen Domino Pelajar Perdana, Orado Bidik Atlet Muda Berprestasi
- Gubernur Khofifah Salurkan Bansos Rp1,819 Miliar untuk Masyarakat Kota Kediri
Pihaknya juga mencicipi langsung Alpukat Kelud usai memetiknya sendiri bersama penggagas Desa Wisata Jambu sekaligus pembudidaya alpukat, Agus Joko Susilo. Melihat potensi Alpukat Kelud itu, Mas Dhito, sapaan akrab Bupati Kediri berniat akan mengembangkan buah alpukat yang memiliki ciri khas berbentuk oval seperti pepaya itu.
“Kita akan pikirkan bagaimana industrialisasi (Alpukat Kelud)nya, karena kita sekarang lagi fokus industrialisasi nanas kelud (Pasir Kelud 1),” ujarnya di sela-sela kunjungan di dapur umum PDIP di Balai Desa Sumberagung, Kecamatan Wates, Senin (23/1/2023)
Alpukat Kelud ini diklaim menjadi salah satu jenis alpukat dengan daging buah terbesar di Indonesia. Menurut dia, dengan faktor inilah pihaknya akan menjadikan Alpukat Kelud menjadi salah satu komoditas unggulan di wilayahnya.
Mas Dhito menambahkan, selain ukurannya yang besar dan teksturnya yang lembut, pohon alpukat ini juga dinilai bebas dari hama ulat sehingga memungkinkan pesatnya pembudidayaan.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




