Ilustrasi. Foto: CNN
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Aksi penipuan melalui media sosial dengan mencatut kepala desa (kades) marak di Kabupaten Kediri. Modusnya, pelaku berpura-pura menjadi kades dan menghubungi korbannya melalui pesan WhatsApp untuk meminta kiriman uang maupun pulsa.
Salah satu yang pernah dicatut namanya untuk modus penipuan adalah Kepala Desa Kayen Kidul, Kecamatan Kayenkidul, Bambang Agus Pranoto.
BACA JUGA:
- Ponpes Al-Falah Ploso Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2026
- Bayi Perempuan yang Diduga Dibuang di Ngasem Kediri Diserahkan ke Dinsos, Polisi Buru Orang Tua
- Nama Tunggal di SK, Rais Aam Putuskan Lokasi Munas-Konbes NU di Ponpes Alfalah Ploso Kediri
- Libur Panjang Iduladha, Stasiun Kediri Layani Lebih dari 13 Ribu Penumpang
Ia mengaku pernah dilapori warganya terkait modus penipuan tersebut. Menurut Bambang Agus, pelaku mengaku sebagai Kades Kayen Kidul untuk meminta kiriman uang melalui transfer dengan dalih sedang mengalami musibah.
Untuk meyakinkan korban, pelaku juga memasang foto Bambang di profil akun WhatsApp.
"Dari beberapa warga ada yang datang dan menghubungi saya, (katanya) saya minta pulsa dan bahkan minta uang DP pembelian kendaraan sepeda motor," kata Bambang.
Menanggapi hal tersebut, Bambang menegaskan kepada warga bahwa dirinya tidak pernah meminta pulsa maupun uang melalui WhatsApp.
"Saya langsung menyampaikan ke warga agar jangan mudah percaya bilamana ada orang yang meminta pulsa atau uang yang mengatasnamakan kades," ucapnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




