Kadiv Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Jatim Teguh Wibowo saat menyerahkan SK remisi khusus natal secara simbolis di Lapas I Surabaya, Minggu (25/12).
Selain itu, dengan pemberian remisi ini, negara juga bisa berhemat dari biaya bahan makanan. Jika dihitung berdasarkan perkalian antara jumlah narapidana yang mendapatkan remisi, lama remisi, dan satuan biaya pengadaan bahan makanan untuk Provinsi Jawa Timur sebesar Rp20.000, maka negara akan berhemat ratusan juta rupiah.
"Total yang dihemat dari pengadaan bahan makanan adalah Rp214.200.000," jelas Teguh.
Dalam upacara pemberian remisi khusus natal, pria Asal Jakarta itu membacakan amanat Menkumham Yasonna H. Laoly. Sambutan tersebut berisikan tentang tema natal tahun 2022 ini, yakni "Pulanglah Mereka ke NegeriNya Melalui Jalan Lain," yang dikutib dari Ayat Alkitab Matius 2 : 12.
"Jalan lain dalam kalimat tersebut memiliki makna sebagai jalan baru yang perlu ditempuh umat manusia. Meskipun jalan baru belum tentu lebih mudah dan justru sering kali penuh hambatan, tapi jalan tersebut adalah petunjuk Tuhan," ujar Teguh.
Teguh juga mengingatkan kepada narapidana yang menerima remisi Natal, agar selalu menyebarkan cinta kasih kepada sesama manusia selama menjalani pidana.
"Karena cinta kasih merupakan ajaran dari Tuhan Yesus Kristus yang dituangkan dalam berbagai ayat Alkitab tentang cinta kasih dan kemuliaan Bapa yang Maha Kudus," bebernya.
Terakhir, Teguh menegaskan bahwa pemberian remisi kepada WBP juga merupakan salah satu unsur pemenuhan hak bagi warga binaan pemasyarakatan yang dilindungi dan ditetapkan oleh undang-undang. (cat/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




