Wali Kota Pasuruan: DBHCHT untuk Masyarakat tak Mampu

Wali Kota Pasuruan: DBHCHT untuk Masyarakat tak Mampu Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf (tengah) bersama perwakilan penerima BLT.

Namun yang dihadirkan di Gedung Gradika Bhakti Praja hanya 272 KPM, perwakilan dari masing-masing kelurahan di Kota Pasuruan.

Dalam sambutannya, Gus Ipul menyampaikan bahwa BLT yang dibagikan kali ini berasal dari pemasukan negara hasil cukai rokok. Karena itu, ia mengimbau masyarakat turut memerangi rokok ilegal dengan membeli rokok yang berpita cukai. Apalagi, Jawa Timur merupakan penyumbang pemasukan cukai terbesar di Indonesia.

“Pembeli rokok itu bayar pajak melalui cukai. Jika pajak itu dikumpulkan dari seluruh pembeli atau perokok di wilayah Jawa Timur, akan terhitung senilai total 68 triliun rupiah untuk pemasukan negara,” ujarnya.

Selain untuk BLT, kata Gus Ipul, juga bisa dimanfaatkan untuk keperluan sosialisasi gerakan gempur rokok ilegal, serta di bidang kesehatan.

Dalam kesempatan ini, Gus Ipul juga menjelaskan dampak dari pembelian rokok ilegal yang tak dilengkapi pita cukai.

“Rokok ilegal itu tidak ada cukainya yang berarti tidak ada pemasukan ke negara sehingga yang dirugikan adalah seluruh Rakyat Indonesia. Tapi kalau penjenengan itu beli rokok legal yang ada cukainya, maka panjenengan turut berpartisipasi memberikan pemasukan kepada negara,” pungkasnya.

Turut hadir dalam penyaluran bantuan kali ini, Kepala Bea Cukai Kota Pasuruan Hannan Budiharto. (par/rev)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Buntut Video Joget Viral di Pasuruan, Oknum Kepala Sekolah Diberi Sanksi':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO