"Program GCC ini menjadi oase baru dalam dunia pendidikan pasca pandemi Covid-19. Utamanya untuk memacu semangat guru dalam menelurkan ide-ide inovatif dan kreatif. Apalagi, antusiasme guru dalam mengikuti kegiatan ini mencapai 18.338. Jumlah ini meningkat signifikan (190 persen) dibanding tahun 2020 yang hanya diikuti oleh 4.983 peserta, dan tahun 2021 meningkat 27,09% atau 6.333 peserta," terangnya.
Khofifah melanjutkan, upaya peningkatan kualitas pendidikan selain meningkatkan kompetensi guru dan pemenuhan sarana prasarana, pemeratan guru juga sangat berperan. Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur telah membangun aplikasi A-GTK untuk memetakan guru sesuai kebutuhan.
"Adanya A-GTK ini menjadi kebijakan atau dasar jika ada usulan mutasi baik antar provinsi maupun antar kabupaten/kota. Pemerataan juga dilakukan di daerah 3T (terluar, tertinggal, dan terdalam), atau daerah kepulauan, pegunungan, dan pedalaman. Sehingga tidak ada sekolah yang tidak ada PNS-nya. Artinya jika semua guru merata, maka yakin kualitas pendidikan di semua wilayah di Jatim akan bagus," tegas Khoffiah.
"Sudah lebih dari 3.000 guru dipetakan melalui A-GTK. Dengan pemerataan guru ini diharapkan dapat memberikan layanan pendidikan untuk semua masyarakat di Jawa Timur," tambahnya.










