PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Aksi ratusan warga Desa Pamoroh, Kecamatan Kadur, Pamekasan, Madura yang digelar di Mapolres Pamekasan berujung ricuh, Senin (11/05). Aksi itu menyikapi kinerja kepolisian dalam mengusut kasus carok massal yang terjadi di Desa Pamoroh beberapa waktu lalu.
Hingga kemarin, polisi belum menangkap 6 pelaku yang terlibat dalam kasus itu. Massa yang berorasi di depan Mapolres Pamekasan mencoba menembus pengamanan polisi untuk bertemu dengan Kapolres Pamekasan. Baku hantam pun tak terelakkan.
Polisi yang menghadang massa ikut memberikan hadiah berupa bogeman pada salah satu peserta aksi kala kericuhan tengah terjadi. Namun, kericuhan segera reda saat demonstran yang juga terdapat ibu-ibu mundur dari amukan polisi.
“Kami sangat kecewa dengan kinerja polisi. Polisi yang melakukan aksi kekerasan dan menginjak-nginjak dan memukuli pendemo,” teriak salah satu orator aksi.
Dari kejadian tersebut polisi pengamankan tiga orang peserta demo yang di duga sebagai provokator terjadinya bentrok, namun massa yang lain mendesak kepolisian untuk membebaskan kawanan mereka.
"Tiga orang itu masih menjalani pemeriksaan. Kami tidak menahan hanya meminta keterangan, jika nantinya terbukti tidak bersalah akan kami keluarkan," ungkap Kapolres Sugeng Muntaha.
Mengenai desakan pendemo untuk menangkap pelaku lain yang terlibat dalam kasus pembunuhan tersebut Kapolres mengaku akan melakukan pemeriksaan lebih dalam terhadap semua pihak yang di anggap mengetahui kejadia tersebut.
"Kami akan tetap melakukan pengembangan kasus ini, semua pihakpun juga boleh ikut memantau dan memberikan informasi tambahan," tambah Kapolres. (zal/ns)




