Mantan Menteri Sosial itu menjelaskan, Jawa Timur saat ini merupakan produsen etanol terbesar di Indonesia dan memiliki beberapa perusahaan penghasil bioetanol dengan total Produksi sebesar 110.000 KL pada 2020. Salah satunya yakni PT Enero dengan total Produksi Bioetanol sebesar 34.874 KL pada 5 tahun terakhir.
“Di mana Bahan Baku utamanya dari bioetanol ini adalah tebu yang diperoleh dari Perkebunan PTPN dan Tebu Rakyat,” ucapnya.
Jawa Timur, lanjut Khofifah, memiliki potensi dan sumber daya yang besar dalam mendukung Pogram kebijakan Pemerintah mandatory Pemanfaatan Bioetanol E5-E20 pada 2025. Hal itu karena Produk Etanol (Fuel Grade) yang diproduksi PT Enero memiliki multiplayer effect terhadap ketahanan pangan, khususnya sektor pertanian tebu dan industri gula.
“Dengan peningkatan permintaan bahan baku Etanol dari molases (tetes tebu) sebagai produk samping industri gula, maka ini akan berdampak pada peningkatan penyediaan tanaman tebu yang artinya juga mengharuskan peningkatan produksi gula. Dan pasar dari bioetanol ini sangat jelas karena merupakan bahan baku campuran untuk menghasilkan Pertamax,” paparnya.










