"Ini sebagai pijakan ya, karena ini hanya angka sementara. Karena tahun 2022 masih ada sisa beberapa bulan," ujar Tri Erwandi sambil menyuguhkan data.
Erwandi mengatakan, data yang dihasilkan BPS Jember terkait realisasi luasan panen menggunakan metode kerangka sampel area (KSA). Yaitu luasan panen per hektare dikali dengan tingkat produktivitas padi ton per hektar.
"Realisasi luas panen selama beberapa bulan berjalan ini mengalami 3,03 persen penurunan dibanding pada tahun 2021. Sehingga berpotensi turunnya luas lahan sebesar 3,68 persen. Dan apabila dilanjutkan hingga akhir tahun, maka terjadi penurunan realisasi luas lahan sebesar 3,40 persen di tahun 2022," paparnya.
Dengan demikian, Tri Erwandi mengingatkan untuk mewaspadai inflasi dari komoditas beras yang diperkirakan akan terus mengalami penurunan produksi.










