Gubernur Khofifah saat menerima peserta FRI 2022 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.
Khofifah menjelaskan, Jawa Timur di 2020 dan 2021 menjadi kontributor padi terbesar di Indonesia. Hal ini telah tertuang pada data BPS, di tahun 2022, Jawa Timur semoga kembali produksi padinya tertinggi se indonesia.
Selain itu, wilayahnya merupakan penghasil daging sapi terbesar secara nasional. Sebab ada balai besar inseminasi buatan (BBIB) yang membuat sapi di Jawa Timur populasinya mencapai 5,1 juta ekor, dan wilayah lainnya dengan 1,8 juta/
"Jadi apa yang ingin kami sampaikan adalah Jatim ingin menyiapkan swasembada pangan di banyak sektor termasuk di dalamnya produksi daging," ucapnya.
Selain menyoroti permasalahan krisis pangan, krisis energi juga tidak lepas dari perhatian gubernur. Ia menyebut, Pemprov Jatim tengah berada dalam komitmen kuat untuk mendukung program-program yang berbasis Renewable Energy.
"Kita sudah ada program PLTS berbasis rooftop. Selain itu ada pemberian insentif bagi mereka yg menggunakan kendaraan berbasis listrik, insentifnya adalah hanya membayar pajak 10%. Dimana, 90 persen-nya dibayar oleh APBD," paparnya.
Gubernur menyatakan, mengacu pada rekomendasi-rekomendasi tersebut diharapkan melalui FRI akan terbangun sinergitas luar biasa antara pemerintah dengan civitas akademika.
"Sesungguhnya jika kita ingin mensinergikan, meski sudah berperan besar tetapi perguruan tinggi tetap sangat ditunggu oleh banyak kepala daerah untuk bisa membangun sinergitas yang lebih konkret hari ini dan yang akan datang. Pemprov Jatim merasakan berbagai inovasi telah dihadirkan oleh perguruan tinggi, baik di Jatim maupun di luar Jatim," pungkasnya sembari berterima kasih.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor Universitas Airlangga Prof. Mohammad Nasih, yang juga sebagai Ketua FRI yang baru menyampaikan kesiapan Civitas Akademik dalam mendukung program kerja pemerintah, utamanya melalui Riset.
"Kawan-kawan rektor siap berkontribusi secara signifikan dalam memberi berbagai macam solusi dan bekerja bersama untuk mengatasi berbagai persoalan," tegasnya.
Dukungan akan diberikan oleh para Rektor mulai dari isu-isu mendasar di bidang kemanusiaan dan kesehatan seperti stunting dan pengangguran. Hingga isu global yang melanda dunia seperti ancaman krisis dan perubahan iklim dunia. (dev/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




